REFRESHMENT MEDIATOR MENUMBUHKAN BUDAYA DAMAI MELALUI SINERGI DAN KOLABORASI PERGURUAN TINGGI
REFRESHMENT MEDIATOR MENUMBUHKAN BUDAYA DAMAI MELALUI SINERGI DAN KOLABORASI PERGURUAN TINGGI

Bangkalan, 19 November 2025 bertempat di Gedung Rektorat Lantai 9 Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura. Acara Seminar dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga selesai yang dihadiri oleh berbagai unsur penting yang berkaitan dengan dunia mediasi dan akademisi. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat peran mediator dalam menciptakan budaya damai melalui peningkatan kompetensi dan kolaborasi lintas lembaga. Selain itu, acara ini menjadi wadah untuk mempertemukan akademisi, praktisi, serta aparat peradilan selalu penegak hukum dalam memperbarui wawasan terkait penyelesaian sengketa perdata.

Pembukaan acara diawali dengan sambutan oleh Dekan Fakultas Keislaman, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I. yang menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga peradilan dalam meningkatkan kualitas mediasi. Beliau menyampaikan bahwa perkembangan era digital menuntut mediator untuk adaptif dan responsif terhadap tantangan baru. Setelah sambutan, pembacaan doa dipimpin oleh Dr. Holis, S.H., M.H.I. guna memberikan keberkahan bagi seluruh rangkaian kegiatan. Kegiatan ini menunjukkan bagaimana unsur akademik dan profesional bersatu untuk memperkuat ekosistem penyelesaian sengketa.

Sesi materi pertama menghadirkan Dr. Hj. Harijah D, M.H. sebagai narasumber dengan tema “Tantangan Mediasi di Era Digital Atas Perkara Perdata di Pengadilan”. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana teknologi membawa dinamika baru dalam proses mediasi, termasuk penggunaan sistem informasi dan komunikasi daring. Peserta diajak memahami implikasi digitalisasi terhadap efektivitas mediasi serta strategi menghadapi hambatan-hambatan yang muncul. Diskusi berlangsung interaktif dengan peserta dari berbagai wilayah Madura dan Surabaya Raya.

Materi kedua disampaikan oleh Dewiati, S.H., M.H. yang membahas “Strategi Penyelesaian Sengketa Perkara Perdata”. Beliau menekankan pentingnya pemahaman hukum, kemampuan komunikasi, serta pendekatan persuasif dalam mencapai kesepakatan damai. Dalam Seminar tersebut disampaikan juga untuk forum diskusi bersama kepada pada peserta diskusi. Moderator Nur Roikhona Zahroh, S.H.I., M.H. memandu jalannya diskusi dengan baik sehingga suasana tetap kondusif dan produktif. Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Galuh Widiya Qomaro, S.H., M.H.I. ini berhasil mempertemukan para mediator, pimpinan Pengadilan Agama, perwakilan Kementerian Agama Bangkalan, serta civitas akademika Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura untuk memperkuat jaringan dan meningkatkan kualitas layanan mediasi.


